1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".
2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.
4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.
7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah s.a.w, "Ibunya".
13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
19. Daripada Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."
Rabu, 15 Desember 2010
=) MENCINTAI DALAM HENING ~***~
Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah ?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
Karena aku juga cemburu
Bismillahirrahmanirrahim....
Kenapa bidadari cemburu kepada wanita sholeha,..??? Ayo…ada yang tau kenapa,..???
Karena ternyata Wanita Sholehah lebih mulia dari bidadari surga, keunggulannya yang digambarkan Rosulullah sebagai kelebihan yang tampak atas sesuatu yang tidak terlihat.
Aku bertanya, “ Ya..Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia yang sholeha ataukah bidadari yang bermata jeli? ”
Beliau menjawab, “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. ” Aku bertanya, “ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? ”. Beliau menjawab,” Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka (Bidadari) berkata, “ Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. ” (HR Ath Thabrani, dari Ummu Salamah)
Inilah tangkai-tangkai cinderamata untuk para wanita sholeha yang mendamba surga…
Inilah mutiara-mutiara yang kemilaunya mempesonakan mata hingga membuat iri para bidadari yang bermata jeli itu dan para lelaki sholeh yang ingin menikahinya...
Inilah kuntum-kuntum bunga, yang harum wanginya melebihi wangi harum kesturi...
Duhai wanita sholehah kau kan menjadi idaman laki-laki sholeh karena pesonamu diatas pesona bidadari bermata jeli itu…
Tak salah sebuah kutipan kata dari `Aidh Al Qarni “ Ku tanamkan didalamnya mutiara lalu..kubiarkan bersinar tanpa mentaridan berjalan tanpa rembulan.kedua matanya adalah sihir dan keningnya laksana pedang India. Milik Allah-lah bulu mata, leher dan kulit yang dicelup merah. “
Tidakkah kau ingin seperti Fatimah atas kesungguhannya menjaga kehormatan diri dan suami,..???
atau tidakkah kau inginkan seperti Khodijah atas kelembutannya dan keibuannya,..???
atau seperti Nusaibah binti Ka’ab seorang akhwat yang jago karate, yang melindungi Rasulullah ke manapun beliau bergerak dalam perang,..???
Tapi…bilakah ingin sepeti ‘Aisyah yang suka bermanja dan ceria tentu.. tidaklah mengapa, atau seperti Hafsah yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak.. itupun tak apa-apa.
Banyak akhwat yang hanya menginginkan menjadi sosok seperti ‘Aisyah dan Khodijah, kenapa,..??? apa karena dua wanita Istimewa ini yang telah menjadi mujahidah terbaik bagi Rasulullah,..??? Ayo….tanyakan dalam hatimu,..????
Ukhti…janganlah konyol memaksakan diri menjadi orang lain dengan mengubah karaktermu. Tidakkah kau bangga atas Shibghah Allah atasmu,..????
Maka…. cukuplah warna yang menjadi karakter menghiasi pesona akhlaqmu.
“ Shibghah Allah. Dan Siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan padaNya sajalah kami beribadah. ” (Al-Baqarah 138).
Sungguh sesuatu yang kini membingkaimu (karakter dan akhlaq) adalah sesuatu yang indah yang Allah celupkan warna atasmu. Dan menjaganya untuk tetap menjadi mulia di manapun dan kapanpun adalah lebih baik.
Lagipula, selera mujahidmu nanti juga berbeda. Bukan begitu,..??? (Emang sudah punya mujahid,..??? Hhee..)
Tetaplah jadi dirimu, bila kau memiliki karakter layaknya Aisyah yang senang bermanja dan ceria, yang begitu cemburu dan tentu….. pandangannya tak pernah liar karena hanya menjaga pandangan untuk Rasulullah. Tetaplah itu menjadi ke-khasanmu.
Duhai wanita sholehah, kau memang bukan bidadari tapi tidakkah kau inginkan agar bidadari cemburu padamu karena akhlaqmu yang begitu menawan hati?
Karena aku juga cemburu,.. karena akhlaq para shahabiyah yang kini telah menawan hatiku…
Karena aku begitu cemburu, karena ku inginkan rasa malu itu menjadi penghias akhlaq dan keimananku,.. yang menjadikan Khodijah, Aisyah, Fatimah, Hafsah dan shahabiyah yang lain lebih terjaga oleh rasa melebihi terjaganya seorang gadis dalam pingitan.
Sungguh kini…. aku benar-benar CEMBURU . . . . .
C.E.M.B.U.R.U padamu…
pada Ukhti Sholehah karena akhlaqmu yang begitu menawan itu
Karena itu Aku Cemburu…..
Kenapa bidadari cemburu kepada wanita sholeha,..??? Ayo…ada yang tau kenapa,..???
Karena ternyata Wanita Sholehah lebih mulia dari bidadari surga, keunggulannya yang digambarkan Rosulullah sebagai kelebihan yang tampak atas sesuatu yang tidak terlihat.
Aku bertanya, “ Ya..Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia yang sholeha ataukah bidadari yang bermata jeli? ”
Beliau menjawab, “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. ” Aku bertanya, “ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? ”. Beliau menjawab,” Karena sholat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka (Bidadari) berkata, “ Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. ” (HR Ath Thabrani, dari Ummu Salamah)
Inilah tangkai-tangkai cinderamata untuk para wanita sholeha yang mendamba surga…
Inilah mutiara-mutiara yang kemilaunya mempesonakan mata hingga membuat iri para bidadari yang bermata jeli itu dan para lelaki sholeh yang ingin menikahinya...
Inilah kuntum-kuntum bunga, yang harum wanginya melebihi wangi harum kesturi...
Duhai wanita sholehah kau kan menjadi idaman laki-laki sholeh karena pesonamu diatas pesona bidadari bermata jeli itu…
Tak salah sebuah kutipan kata dari `Aidh Al Qarni “ Ku tanamkan didalamnya mutiara lalu..kubiarkan bersinar tanpa mentaridan berjalan tanpa rembulan.kedua matanya adalah sihir dan keningnya laksana pedang India. Milik Allah-lah bulu mata, leher dan kulit yang dicelup merah. “
Tidakkah kau ingin seperti Fatimah atas kesungguhannya menjaga kehormatan diri dan suami,..???
atau tidakkah kau inginkan seperti Khodijah atas kelembutannya dan keibuannya,..???
atau seperti Nusaibah binti Ka’ab seorang akhwat yang jago karate, yang melindungi Rasulullah ke manapun beliau bergerak dalam perang,..???
Tapi…bilakah ingin sepeti ‘Aisyah yang suka bermanja dan ceria tentu.. tidaklah mengapa, atau seperti Hafsah yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak.. itupun tak apa-apa.
Banyak akhwat yang hanya menginginkan menjadi sosok seperti ‘Aisyah dan Khodijah, kenapa,..??? apa karena dua wanita Istimewa ini yang telah menjadi mujahidah terbaik bagi Rasulullah,..??? Ayo….tanyakan dalam hatimu,..????
Ukhti…janganlah konyol memaksakan diri menjadi orang lain dengan mengubah karaktermu. Tidakkah kau bangga atas Shibghah Allah atasmu,..????
Maka…. cukuplah warna yang menjadi karakter menghiasi pesona akhlaqmu.
“ Shibghah Allah. Dan Siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan padaNya sajalah kami beribadah. ” (Al-Baqarah 138).
Sungguh sesuatu yang kini membingkaimu (karakter dan akhlaq) adalah sesuatu yang indah yang Allah celupkan warna atasmu. Dan menjaganya untuk tetap menjadi mulia di manapun dan kapanpun adalah lebih baik.
Lagipula, selera mujahidmu nanti juga berbeda. Bukan begitu,..??? (Emang sudah punya mujahid,..??? Hhee..)
Tetaplah jadi dirimu, bila kau memiliki karakter layaknya Aisyah yang senang bermanja dan ceria, yang begitu cemburu dan tentu….. pandangannya tak pernah liar karena hanya menjaga pandangan untuk Rasulullah. Tetaplah itu menjadi ke-khasanmu.
Duhai wanita sholehah, kau memang bukan bidadari tapi tidakkah kau inginkan agar bidadari cemburu padamu karena akhlaqmu yang begitu menawan hati?
Karena aku juga cemburu,.. karena akhlaq para shahabiyah yang kini telah menawan hatiku…
Karena aku begitu cemburu, karena ku inginkan rasa malu itu menjadi penghias akhlaq dan keimananku,.. yang menjadikan Khodijah, Aisyah, Fatimah, Hafsah dan shahabiyah yang lain lebih terjaga oleh rasa melebihi terjaganya seorang gadis dalam pingitan.
Sungguh kini…. aku benar-benar CEMBURU . . . . .
C.E.M.B.U.R.U padamu…
pada Ukhti Sholehah karena akhlaqmu yang begitu menawan itu
Karena itu Aku Cemburu…..
=BOLEHKAH BERDU'AN DENGAN TUNANGAN=
Khitbah (meminang, melamar, bertunangan) menurut bahasa,adat, dan syara, bukanlah perkawinan. Ia hanya merupakanmukadimah (pendahuluan) bagi perkawinan dan pengantar kesana.
Seluruh kitab kamus membedakan antara kata-kata “khitbah”(melamar) dan “zawaj” (kawin); adat kebiasaan jugamembedakan antara lelaki yang sudah meminang (bertunangan)dengan yang sudah kawin; dan syari’at membedakan secarajelas antara kedua istilah tersebut. Karena itu, khitbahtidak lebih dari sekadar mengumumkan keinginan untuk kawindengan wanita tertentu, sedangkan zawaj (perkawinan)merupakan aqad yang mengikat dan perjanjian yang kuat yangmempunyai batas-batas, syarat-syarat, hak-hak, danakibat-akibat tertentu.
Al Qur’an telah mengungkapkan kedua perkara tersebut, yaituketika membicarakan wanita yang kematian suami:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yangsuaminya telah meninggal dan masih dalam ‘iddah) itu dengansindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawinimereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akanmenyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamumengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecualisekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf(sindiran yang baik). Dan janganlah kamu ber’azam (bertetaphati) untuk beraqad nikah sebelum habis ‘iddahnya.” (AlBaqarah: 235)
Khitbah, meski bagaimanapun dilakukan berbagai upacara, halitu tak lebih hanya untuk menguatkan dan memantapkannyasaja. Dan khitbah bagaimanapun keadaannya tidak akan dapatmemberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanyadapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimanadisebutkan dalam hadits:
“Tidak boleh salah seorang diantara kamu meminang pinangansaudaranya.” (Muttafaq ‘alaih)
Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sinibahwa wanita yang telah dipinang atau dilamar tetapmerupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamarsehingga terselenggara perkawinan (akad nikah) dengannya.Tidak boleh si wanita diajak hidup serumah (rumah tangga)kecuali setelah dilaksanakan akad nikah yang benar menurutsyara’, dan rukun asasi dalam akad ini ialah ijab dan kabul.Ijab dan kabul adalah lafal-lafal (ucapan-ucapan) tertentuyang sudah dikenal dalam adat dan syara’.
Selama akad nikah – dengan ijab dan kabul – ini belumterlaksana, maka perkawinan itu belum terwujud dan belumterjadi, baik menurut adat, syara’, maupun undang-undang.Wanita tunangannya tetap sebagai orang asing bagi sipeminang (pelamar) yang tidak halal bagi mereka untukberduaan dan bepergian berduaan tanpa disertai salah seorangmahramnya seperti ayahnya atau saudara laki-lakinya.
Menurut ketetapan syara, yang sudah dikenal bahwa lelakiyang telah mengawini seorang wanita lantas meninggalkan(menceraikan) isterinya itu sebelum ia mencampurinya, makaia berkewaiiban memberi mahar kepada isterinya separo harga.
Allah berfirman:
“Jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamumencampuri mereka, padahal sesungguhnya kamu telahmenentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yangtelah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itumemaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatannikah …” (Al Baqarah: 237)
Adapun jika peminang meninggalkan (menceraikan) wanitapinangannya setelah dipinangnya, baik selang waktunya itupanjang maupun pendek, maka ia tidak punya kewajiban apa-apakecuali hukuman moral dan adat yang berupa celaan dancacian. Kalau demikian keadaannya, mana mungkin si peminangakan diperbolehkan berbuat terhadap wanita pinangannyasebagaimana yang diperbolehkan bagi orang yang telahmelakukan akad nikah.
Karena itu, nasihat saya kepada saudara penanya, hendaklahsegera melaksanakan akad nikah dengan wanita tunangannyaitu. Jika itu sudah dilakukan, maka semua yang ditanyakantadi diperbolehkanlah. Dan jika kondisi belum memungkinkan,maka sudah selayaknya ia menjaga hatinya dengan berpegangteguh pada agama dan ketegarannya sebagai laki-laki,mengekang nafsunya dan mengendalikannya dengan takwa.Sungguh tidak baik memulai sesuatu dengan melampaui batasyang halal dan melakukan yang haram.
Saya nasihatkan pula kepada para bapak dan para wali agarmewaspadai anak-anak perempuannya, jangan gegabah membiarkanmereka yang sudah bertunangan. Sebab, zaman itu selaluberubah dan, begitu pula hati manusia. Sikap gegabah padaawal suatu perkara dapat menimbulkan akibat yang pahit dangetir. Sebab itu, berhenti pada batas-batas Allah merupakantindakan lebih tepat dan lebih utama.
“… Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulahorang-orang yang zhalim.” (Al Baqarah: 229)
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sertatakut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka merekaadalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An Nur: 52)
semoga bermanfa'at.
Seluruh kitab kamus membedakan antara kata-kata “khitbah”(melamar) dan “zawaj” (kawin); adat kebiasaan jugamembedakan antara lelaki yang sudah meminang (bertunangan)dengan yang sudah kawin; dan syari’at membedakan secarajelas antara kedua istilah tersebut. Karena itu, khitbahtidak lebih dari sekadar mengumumkan keinginan untuk kawindengan wanita tertentu, sedangkan zawaj (perkawinan)merupakan aqad yang mengikat dan perjanjian yang kuat yangmempunyai batas-batas, syarat-syarat, hak-hak, danakibat-akibat tertentu.
Al Qur’an telah mengungkapkan kedua perkara tersebut, yaituketika membicarakan wanita yang kematian suami:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yangsuaminya telah meninggal dan masih dalam ‘iddah) itu dengansindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawinimereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akanmenyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamumengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecualisekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf(sindiran yang baik). Dan janganlah kamu ber’azam (bertetaphati) untuk beraqad nikah sebelum habis ‘iddahnya.” (AlBaqarah: 235)
Khitbah, meski bagaimanapun dilakukan berbagai upacara, halitu tak lebih hanya untuk menguatkan dan memantapkannyasaja. Dan khitbah bagaimanapun keadaannya tidak akan dapatmemberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanyadapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimanadisebutkan dalam hadits:
“Tidak boleh salah seorang diantara kamu meminang pinangansaudaranya.” (Muttafaq ‘alaih)
Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sinibahwa wanita yang telah dipinang atau dilamar tetapmerupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamarsehingga terselenggara perkawinan (akad nikah) dengannya.Tidak boleh si wanita diajak hidup serumah (rumah tangga)kecuali setelah dilaksanakan akad nikah yang benar menurutsyara’, dan rukun asasi dalam akad ini ialah ijab dan kabul.Ijab dan kabul adalah lafal-lafal (ucapan-ucapan) tertentuyang sudah dikenal dalam adat dan syara’.
Selama akad nikah – dengan ijab dan kabul – ini belumterlaksana, maka perkawinan itu belum terwujud dan belumterjadi, baik menurut adat, syara’, maupun undang-undang.Wanita tunangannya tetap sebagai orang asing bagi sipeminang (pelamar) yang tidak halal bagi mereka untukberduaan dan bepergian berduaan tanpa disertai salah seorangmahramnya seperti ayahnya atau saudara laki-lakinya.
Menurut ketetapan syara, yang sudah dikenal bahwa lelakiyang telah mengawini seorang wanita lantas meninggalkan(menceraikan) isterinya itu sebelum ia mencampurinya, makaia berkewaiiban memberi mahar kepada isterinya separo harga.
Allah berfirman:
“Jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamumencampuri mereka, padahal sesungguhnya kamu telahmenentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yangtelah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itumemaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatannikah …” (Al Baqarah: 237)
Adapun jika peminang meninggalkan (menceraikan) wanitapinangannya setelah dipinangnya, baik selang waktunya itupanjang maupun pendek, maka ia tidak punya kewajiban apa-apakecuali hukuman moral dan adat yang berupa celaan dancacian. Kalau demikian keadaannya, mana mungkin si peminangakan diperbolehkan berbuat terhadap wanita pinangannyasebagaimana yang diperbolehkan bagi orang yang telahmelakukan akad nikah.
Karena itu, nasihat saya kepada saudara penanya, hendaklahsegera melaksanakan akad nikah dengan wanita tunangannyaitu. Jika itu sudah dilakukan, maka semua yang ditanyakantadi diperbolehkanlah. Dan jika kondisi belum memungkinkan,maka sudah selayaknya ia menjaga hatinya dengan berpegangteguh pada agama dan ketegarannya sebagai laki-laki,mengekang nafsunya dan mengendalikannya dengan takwa.Sungguh tidak baik memulai sesuatu dengan melampaui batasyang halal dan melakukan yang haram.
Saya nasihatkan pula kepada para bapak dan para wali agarmewaspadai anak-anak perempuannya, jangan gegabah membiarkanmereka yang sudah bertunangan. Sebab, zaman itu selaluberubah dan, begitu pula hati manusia. Sikap gegabah padaawal suatu perkara dapat menimbulkan akibat yang pahit dangetir. Sebab itu, berhenti pada batas-batas Allah merupakantindakan lebih tepat dan lebih utama.
“… Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulahorang-orang yang zhalim.” (Al Baqarah: 229)
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sertatakut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka merekaadalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (An Nur: 52)
semoga bermanfa'at.
KELUARGA SAKINAH,MAWARDAH & WARAHMAH
Cintailah DIA, jika kau mencintaiku, sebab dalam Kemahaan Cinta-Nya, terselip cintaku untkmu....... tanpa Cinta-Nya, sungguh aku tak tahu cara mencintaimu.......!!
Kenapakah Engkau menikahiku? ...karena Aku ingin memilikimu, Kenapakah Engkau ingin memilikiku? ...karena Aku membutuhkanmu, Kenapakah Engkau membutuhkanku? ...karena Aku mencintaimu, Kenapakah Engkau mencintaiku? ...karena Aku memilihmu, Kenapakah Engkau memilihku? ...karena Aku mengagumimu, Kenapakah Engkau mengagumiku? ...karena Aku menemukanmu, Kenapakah Engkau menemukanku? ...karena Aku mencarimu, Kenapakah Engkau mencariku? ...karena Aku peduli pada calon anak-anakku.
Lantas, apa hubungannya denganku?!? telah lama Aku berkelana untuk mencari wanita sepertimu, mencarimu (yang dulunya) hanya untuk menemukanmu.
Entah berapa delta waktu yang telah kutempuh, ...akhirnya Aku pun menemukanmu. Entah berapa sketsa kehidupan yang telah kusaksikan, ...hingga Aku pun mengagumimu. Entah berapa warta yang telah kudengar, ...hingga Aku pun memilihmu. Entah berapa sigma perasaan yang telah kupadukan, ...hingga Aku pun mencintaimu. Entah berapa probabilitas yang telah kupertimbangkan, ...hingga Aku pun membutuhkanmu. Entah berapa munajat yang telah kupanjatkan, ...hingga Aku pun ingin segera memilikimu. Entah berapa 'azzam yang telah kukuatkan, ...hingga akhirnya Aku pun menikahimu.
o0H...!!! Pantaskah Aku, Engkau miliki hingga Engkau nikahi!!! pantas..., karena sinar keimananmu yang menyilaukan mata hatiku. Pantaskah Aku, Engkau cintai hingga Engkau butuhkan!!! pantas..., Aku mencintaimu karena Aku membutuhkanmu, dan Aku membutuhkanmu karena Aku mencintaimu. Pantaskah Aku, Engkau kagumi hingga Engkau pilih!!! pantas..., seperti halnya Aku mengagumi sosok Hajar ra, Khadijah ra, 'Aisyah ra, dan Fatimah ra. Pantaskah Aku, Engkau cari hingga Engkau temukan!!! pantas..., karena Aku tidak mencari Istri untuk diriku, tapi Aku mencari Ibu untuk anak-anakku.
Suamiku, maafkan Aku. sebelum kedatanganmu, Aku pernah mencintai seseorang yang tak kutahu dan tak kukenal. seseorang yang baik budi pekertinya, luas pemahaman agamanya, mencintai dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. seseorang itu adalah Engkau, Suamiku. Engkaulah yang Aku tunggu(hingga Aku lelah dalam penantian) untuk menjadi Imam bagiku dan juga anak-anakku, mulai sekarang Aku baktikan hidup-matiku padamu, dan Aku serahkan jiwa-ragaku hanya untukmu....
~ Alhamdulillahi Rabbil 'Alamiin.....~
"Cinta ibarat kupu-kupu. Makin kau kejar, semakin ia menghindar. Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia ....... akan menghampirimu disaat kau tak menduganya. Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti hatimu, Tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima..... Jadi tenang-tenang saja, jangan ter-buru buru dan pilihlah yang terbaik buatmu.....!!
~ Semuanya kaN indah pada saatnya..... seperti kepoMpong yg nantinya aKan menjeLma meNjadi kupu ~ kupU yg CaNtik....~
semoga bermanfa'at
Kenapakah Engkau menikahiku? ...karena Aku ingin memilikimu, Kenapakah Engkau ingin memilikiku? ...karena Aku membutuhkanmu, Kenapakah Engkau membutuhkanku? ...karena Aku mencintaimu, Kenapakah Engkau mencintaiku? ...karena Aku memilihmu, Kenapakah Engkau memilihku? ...karena Aku mengagumimu, Kenapakah Engkau mengagumiku? ...karena Aku menemukanmu, Kenapakah Engkau menemukanku? ...karena Aku mencarimu, Kenapakah Engkau mencariku? ...karena Aku peduli pada calon anak-anakku.
Lantas, apa hubungannya denganku?!? telah lama Aku berkelana untuk mencari wanita sepertimu, mencarimu (yang dulunya) hanya untuk menemukanmu.
Entah berapa delta waktu yang telah kutempuh, ...akhirnya Aku pun menemukanmu. Entah berapa sketsa kehidupan yang telah kusaksikan, ...hingga Aku pun mengagumimu. Entah berapa warta yang telah kudengar, ...hingga Aku pun memilihmu. Entah berapa sigma perasaan yang telah kupadukan, ...hingga Aku pun mencintaimu. Entah berapa probabilitas yang telah kupertimbangkan, ...hingga Aku pun membutuhkanmu. Entah berapa munajat yang telah kupanjatkan, ...hingga Aku pun ingin segera memilikimu. Entah berapa 'azzam yang telah kukuatkan, ...hingga akhirnya Aku pun menikahimu.
o0H...!!! Pantaskah Aku, Engkau miliki hingga Engkau nikahi!!! pantas..., karena sinar keimananmu yang menyilaukan mata hatiku. Pantaskah Aku, Engkau cintai hingga Engkau butuhkan!!! pantas..., Aku mencintaimu karena Aku membutuhkanmu, dan Aku membutuhkanmu karena Aku mencintaimu. Pantaskah Aku, Engkau kagumi hingga Engkau pilih!!! pantas..., seperti halnya Aku mengagumi sosok Hajar ra, Khadijah ra, 'Aisyah ra, dan Fatimah ra. Pantaskah Aku, Engkau cari hingga Engkau temukan!!! pantas..., karena Aku tidak mencari Istri untuk diriku, tapi Aku mencari Ibu untuk anak-anakku.
Suamiku, maafkan Aku. sebelum kedatanganmu, Aku pernah mencintai seseorang yang tak kutahu dan tak kukenal. seseorang yang baik budi pekertinya, luas pemahaman agamanya, mencintai dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. seseorang itu adalah Engkau, Suamiku. Engkaulah yang Aku tunggu(hingga Aku lelah dalam penantian) untuk menjadi Imam bagiku dan juga anak-anakku, mulai sekarang Aku baktikan hidup-matiku padamu, dan Aku serahkan jiwa-ragaku hanya untukmu....
~ Alhamdulillahi Rabbil 'Alamiin.....~
"Cinta ibarat kupu-kupu. Makin kau kejar, semakin ia menghindar. Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia ....... akan menghampirimu disaat kau tak menduganya. Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti hatimu, Tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima..... Jadi tenang-tenang saja, jangan ter-buru buru dan pilihlah yang terbaik buatmu.....!!
~ Semuanya kaN indah pada saatnya..... seperti kepoMpong yg nantinya aKan menjeLma meNjadi kupu ~ kupU yg CaNtik....~
semoga bermanfa'at
Sebelum engkau Halal Bagiku
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku....
Di belahan Bumi manapun kamu berada...Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun...Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna, dan tertinggi.....
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu......Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.....
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku....Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari...
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci...
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung....Ada ingin tapi tak ada henti....Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh...Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli..Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah....Dan tak lebih dari wanita biasa...Jangan pernah kau tatapku penuh...Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku.Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor...
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku...., mengenakan pakaian sutra emas....Meniru laku para ustadz..., meski hatiku lebih kotor dari lumpur....Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi....
Karena toh kau hanya manusia - hanya wanita -.Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu....Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci..., tak perlu dipikir lagi....
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu..., dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah....Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah...Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas...Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu...., mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati....
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu....Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu.., tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih,seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.
semoga bermanfa'at
salah dan hilaf andai ada kata yg kurang berkenan mohon ma'afkan
Ana Andika Al-banjari Insaniah Fakir Hamba Allah yg tiada daya dan upaya,yg benar itu datangnya daripada Allah SWT dan yg salah itu datangnya daripada kelemahan diri Ana pula..
Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku....
Di belahan Bumi manapun kamu berada...Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun...Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna, dan tertinggi.....
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu......Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.....
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku....Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari...
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci...
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung....Ada ingin tapi tak ada henti....Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh...Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli..Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah....Dan tak lebih dari wanita biasa...Jangan pernah kau tatapku penuh...Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku.Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor...
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku...., mengenakan pakaian sutra emas....Meniru laku para ustadz..., meski hatiku lebih kotor dari lumpur....Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi....
Karena toh kau hanya manusia - hanya wanita -.Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu....Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci..., tak perlu dipikir lagi....
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu..., dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah....Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah...Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas...Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu...., mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati....
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu....Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu.., tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih,seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.
semoga bermanfa'at
salah dan hilaf andai ada kata yg kurang berkenan mohon ma'afkan
Ana Andika Al-banjari Insaniah Fakir Hamba Allah yg tiada daya dan upaya,yg benar itu datangnya daripada Allah SWT dan yg salah itu datangnya daripada kelemahan diri Ana pula..
Senin, 06 Desember 2010
Indahnya Malam Pertama
Satu hal sebagai bahan renungan kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang ? lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan...,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita...
Bagian kepala..,badan..., dan kaki diikatkan
Tataplah....tataplah...itulah wajah kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan dan akhirnya.....
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka.. Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini... Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
Wahai Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat.... Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a...semoga kita bisa chusnul chotimah sehingga jadi ahli syurga.
Amien....
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang ? lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan...,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita...
Bagian kepala..,badan..., dan kaki diikatkan
Tataplah....tataplah...itulah wajah kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan dan akhirnya.....
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka.. Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini... Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
Wahai Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat.... Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a...semoga kita bisa chusnul chotimah sehingga jadi ahli syurga.
Amien....
Langganan:
Postingan (Atom)